Berhentilah berdusta wahai lisan.
Hati tak sudi dimanipulasi.
Otak melemah tak dapat memilah.
mata buta kebenaran tak nyata .
Kaki, Segeralah kau melangkah
berdirilah badan yang malas.
tinggalkan jiwa yang pengecut.
biarkan dia tertinggal di bangku-bangku kumuh ditaman kota.
teronggok di pojok-pojok sampah angan-angan.
Hari semakin jauh berlari.
Dibelakang kematian mendekat lebih cepat
dari langkah lambat kita yang tersendat.
Kapan terkejar, saat itulah ke kubur kita dihantar.
Sabtu, 06 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar