Berhentilah berdusta wahai lisan.
Hati tak sudi dimanipulasi.
Otak melemah tak dapat memilah.
mata buta kebenaran tak nyata .
Kaki, Segeralah kau melangkah
berdirilah badan yang malas.
tinggalkan jiwa yang pengecut.
biarkan dia tertinggal di bangku-bangku kumuh ditaman kota.
teronggok di pojok-pojok sampah angan-angan.
Hari semakin jauh berlari.
Dibelakang kematian mendekat lebih cepat
dari langkah lambat kita yang tersendat.
Kapan terkejar, saat itulah ke kubur kita dihantar.
Sabtu, 06 September 2008
Surah Yunus 62
Seorang sahabat duduk mendekat, ia berkata," akhi dengar Qur'an berbisik kepadaku tadi pagi ketika ku akhiri tilawah duha:
Sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak akan takut dan tak punya gelisah."
Ohh betapa pemberaninya wali-wali Allah, Perkasa dan tidak ada yang membuatnya takut.
Ohh betapa bahagianya wali-wali Allah, bagaimana bisa puncak kebahagiaan yang di kejar seluruh makhluk bumi yang seperti fatamorgana bisa di dapatkannya.
Sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak akan takut dan tak punya gelisah."
Ohh betapa pemberaninya wali-wali Allah, Perkasa dan tidak ada yang membuatnya takut.
Ohh betapa bahagianya wali-wali Allah, bagaimana bisa puncak kebahagiaan yang di kejar seluruh makhluk bumi yang seperti fatamorgana bisa di dapatkannya.
Langganan:
Postingan (Atom)